MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 KUDUS

Latihan Jurnalistik Bersama 8 Sekolah di MAN 1 Kudus


OSIS MAN 1 Kudus mengadakan agenda tahunan berupa Latihan Dasar Jurnalistik pada Minggu, 11 Februari 2018. Latihan jurnalistik kali ini dilaksanakan agak berbeda dengan latihan-latihan sebelumnya. Selain diikuti oleh siswa MAN 1 Kudus juga diikuti para siswa perwakilan dari sekolah lain. Diantaranya dari SMA 1 Bae, MAN 2 Kudus, MA NU TBS Kudus, MA NU Banat Kudus, MA NU Mualimat Kudus, MA NU Hasyim Asy’ari, dan MA NU Nurul Ulum. Peserta latihan jurnalistik ini merupakan penggiat jurnalistik di sekolahan masing-masing.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh Bapak Agus Siswanto, M.Pd.I. selaku Kepala Urusan Tata Usaha pada pukul 08.30 WIB. Pada pembukaan LDJ yang dihadiri oleh para Wakil Kepala Madrasah dan Pembina OSIS ini,  Pak Agus berpesan pada para peserta agar memanfaatkan ilmu jurnalistik yang diterima pada acara tersebut.

Sebanyak 100 siswa mengikuti latihan dengan antusias. Tiga materi yang disampaikan oleh dua narasumber dari Jawa Pos Radar Kudus, terasa belum cukup memuaskan rasa keingintahuan para peserta. Narasumber pertama Saiful Anwar menyampaikan materi tentang berita dan wawancara. Pada materi berita, wartawan Radar Kudus ini menyampaikan bagaimana meliput sebuah peristiwa dan menuliskannya dalam bentuk berita. Mas Saiful, juga menekankan pada para peserta bahwa hal yang paling penting dalam menulis berita adalah banyak membaca.

Narasumber kedua, Mas Nurud Dhuha menyampaikan materi tentang layout. Wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini, menyatakan bahwa desain halaman atau layout merupakan komponen yang tak terpisahkan dari media cetak. Mas Dhuha yang merupakan alumni MAN 1 Kudus ini, mengungkapkan bahwa halaman berita jika isinya hanya berupa tul

isan saja tentu kurang menarik, maka dibutuhkan desain grafis.

Seluruh peserta pelatihan sangat antusias dalam mengikuti materi yang disampaikan oleh narasumber, dan bertambah seru manakala sesi tanya jawab dimulai. seluruh peserta sepertinya sudah menyiapkan pertanyaan, terbukti sampai waktu telah berakhir pun masih banyak yang ingin bertanya.

Diakhir materi tutor memberikan tugas menyiapkan sebuah buletin dan merancang penerbitannya. Para peserta dikelompokkan menjadi 10 kelompok dengan mengacak semua peserta dari berbagai sekolah. Hal tersebut membuat para peserta semakin semangat mengikuti pelatihan.

Dengan diadakannya pelatihan jurnalistik ini, diharapkan para peserta dapat mengolah berita mulai dari bagaimana cara mencari, membuat, menggali, maupun menyajikan berita dengan semakin baik dan benar. (tim jurnalistik 17/18)


0 Komentar

Tulis Komentar