MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 KUDUS

MENGENAL SOSOK KEPALA MAN 1 KUDUS YANG BARU


Kebijakan mutasi atau rotasi Kepala Madrasah di lingkungan Kementerian Agama, merupakan hal biasa. Seperti halnya yang dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agma Provinsi Jawa Tengah yang telah merotasi Kepala Madrasah pada awal tahun ini. Mutasi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja ASN. Begitu pula Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Kudus. Semula Kepala MAN 1 Kudus dijabat oleh Ibu Dra. Hj. Zulaikhah M.T., M.Pd.I. sekarang dijabat oleh Bapak Drs. H. Suhamto, M.Pd.

Sebagai Kepala Madrasah yang baru, beliau memiliki komitmen untuk memajukan MAN 1 Kudus. Baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Komitmen tersebut dapat dilihat dari kedisiplinan yang beliau contohkan. Setiap hari beliau sampai di MAN 1 Kudus pada pukul 06.00 WIB. Padahal, beliau masih tinggal di Purwodadi. Ternyata jarak tidak menjadi penghalang beliau untuk memberi teladan pada warga MAN 1 Kudus.

Pak Hamto, panggilan beliau, semula menjabat Kepala Madrasah Aliyah Negeri Puwodadi, sejak tahun 2014. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala di MAN 3 Sragen (2006−2009), dan Kepala MAN Blora (2009−2014).

Menjadi guru merupakan cita-citanya saat masih bersekolah di MAN Purwodadi. Selepas dari MAN, Pak Hamto melanjutkan studinya di IAIN Sunan Kalijaga pada tahun 1981, mengambil jurusan Tarbiyah Tadris Matematika.

Setelah mendapatkan titelnya sebagai Sarjana Pendidikan, suami dari Ibu Anis Husainiyah (guru MAN Purwodadi) ini menjadi guru di MAN Purwodadi. Bapak dua anak ini, sangat mencintai dunia pendidikan. Hal tersebut dapat dilihat dari tekad beliau melanjutkan studi magisternya di UNS dan lulus tahun 2006. Mengutamakan pendidikan juga beliau terapkan pada buah hatinya. Anak pertama beliau, Amri Luthfi Najih merupakan lulusan IPB dan Isna Shofia Mubarokah, anak keduanya, lulusan UGM Yogyakarta.

Ketika dipindahtugaskan ke Kudus, beliau menerima dengan lapang dada karena sebagai Kepala Madrasah harus siap dipindahtugaskan kemana pun. Pak Hamto sangat senang dan bersyukur dengan perpindahanya. Menurut beliau perpindahannya tersebut dapat menambah wawasan pendidikan dan menjalin ikatan persaudaraan yang lebih luas.

Pak Hamto dari kecil sudah dididik dalam lingkungan madrasah. Oleh karena itu, beliau merasa bahwa madrasah adalah dunianya, sehingga punya rasa tanggung jawab yang besar terhadap kemajuan madrasah di mana pun ditugaskan.

Pak Hamto berharap semua muridnya bisa menjiwai sebagai generasi madrasah yang berakhlakul karimah. Murid serta guru sama-sama menjaga ketertiban, kedekatan seorang guru dengan murid harus selalu dijaga agar menciptakan lingkungan madrasah yang nyaman. Beliau sangat terkesan melihat siswa MAN 1 Kudus yang luar biasa, anak – anaknya santun, berjabat tangan dengan guru ketika bertemu.

Beliau berpesan untuk para siswa sebagai generasi milenia di zaman modern ini, untuk selalu berpegang teguh pada akhlak yang baik. “ Insyaallah jika kita sudah menerapkan itu setiap hari, kita akan berhasil menjadi orang yang sukses nantinya, dan jangan sekali-kali melupakan kewajiban kita untuk selalu beribadah kepada Allah dan menaati semua yang diperintahkan Allah SWT dan Rasulullah.” ujar beliau mengakhiri wawancara dengan tim Jurnalistik MAN 1 Kudus. (Jurnalistik 17/18)

 


0 Komentar

Tulis Komentar